:.Welcome to Jasatel Website.:

 

SEARCH  

   ARSIP BERITA

  Rabu, 28 November 2007
Soal .go.id, Kominfo Sangkal Dirasuki Roh Deppen

  Senin, 26 November 2007
Boros Bukan Alasan Pakai .id

  Senin, 26 November 2007
Separuh Domain .co.id Mati Suri

  Senin, 26 November 2007
Seragam Bikin Puyeng Situs Pemda

  Senin, 26 November 2007
Pakai .id Tak Berarti Hemat Bandwidth

  Selasa, 4 September 2007
Batas Akhir Renewal Domain .id Diperpanjang

  Senin, 27 Agustus 2007
Paling Laku, Syarat Domain .co.id Dipermudah

  Jumat, 20 Juli 2007
Kewenangan Pandi Dipertanyakan

  Jumat, 20 Juli 2007
Pandi: Aturan Tak Semua Bisa Diterapkan

  Senin, 9 Juli 2007
Domain .asia Diluncurkan dalam Tiga Tahap

  Link

  BERITA LENGKAP

  Pakai .com Gembosi Devisa?


Jakarta - Situs yang menggunakan domain .com dianggap lebih boros bandwidth, dan oleh karena itu menggembosi devisa Indonesia. Masa sih?

Awalnya alasan penggunaan .id itu dikemukakan Dirjen Aplikasi dan Telematika, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Cahyana Ahmadjayadi dalam forum diskusi di ajang Indonesia ICT Awards di Jakarta Convention Center, Selasa 20 November 2007.

Ketika itu Cahyana berpendapat, penggunaan domain .com menyebabkan besarnya akses bandwidth internet internasional. Cahyana pun berharap pengelola situs mau beralih ke domain dalam negeri yang berakhiran .id, seperti .co.id atau .web.id.

Pernyataan itu ditegaskan Lolly Amalia Abdullah, Direktur Infomasi, Perangkat Lunak, dan Konten Depkominfo. "Kita ingin meningkatkan traffic internet domestik, dan supaya justru yang dari luar negeri ambil konten yang ada di dalam negeri," ujar Lolly di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Depkominfo di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Senin (26/11/2007).

Lolly mengatakan banyaknya pengguna .com artinya penggunaan bandwidth internasional makin naik. "Ini karena server-nya ada di luar. Atau bisa saja mirror dari dalam, tapi dia kan ada mirroring dari sana. Jadi untuk mengakses server itu, kita harus memakai akses ke luar, padahal isinya bisa saja orang indonesia. Jadi harus ke luar negeri untuk konten lokal," ia memaparkan.

Menurut Lolly, dengan menggunakan .id penggunaan bandwidth internasional bisa dihemat. Dengan demikian, ia melanjutkan, devisa tidak akan lari ke luar negeri.

Sampai saat ini pengguna .id menurut Lolly masih sedikit, yaitu sekitar 33.000 domain. "Bayangkan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang 200 juta-an. Paling tidak 6 juta itu sudah bagus," tukasnya.

Nama domain, lanjut Lolly, merupakan salah satu indikator meningkatkan citra Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia di mata internasional. Selain indikator lain seperti penetrasi internet dan komputer atau pendidikan TIK. (sumber detikinet)


Copyright ©2006 www.jasatel.net.id