:.Welcome to Jasatel Website.:

 

SEARCH  

   ARSIP BERITA

  Rabu, 28 November 2007
Soal .go.id, Kominfo Sangkal Dirasuki Roh Deppen

  Senin, 26 November 2007
Pakai .com Gembosi Devisa?

  Senin, 26 November 2007
Boros Bukan Alasan Pakai .id

  Senin, 26 November 2007
Separuh Domain .co.id Mati Suri

  Senin, 26 November 2007
Seragam Bikin Puyeng Situs Pemda

  Senin, 26 November 2007
Pakai .id Tak Berarti Hemat Bandwidth

  Selasa, 4 September 2007
Batas Akhir Renewal Domain .id Diperpanjang

  Senin, 27 Agustus 2007
Paling Laku, Syarat Domain .co.id Dipermudah

  Jumat, 20 Juli 2007
Kewenangan Pandi Dipertanyakan

  Senin, 9 Juli 2007
Domain .asia Diluncurkan dalam Tiga Tahap

  Link

  BERITA LENGKAP

  Pandi: Aturan Tak Semua Bisa Diterapkan


Jakarta, Menjawab berbagai sorotan terhadap kinerjanya, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) akhirnya buka mulut untuk meluruskan masalah.

Teddy Sukardi, Ketua Umum Pandi mengakui, aturan yang telah ditetapkan Pandi memang tidak bisa dijalankan terhadap semua nama domain, terutama bagi domain yang sudah didaftarkan ketika Pandi belum beroperasi.

Seperti untuk masalah penggunaan nama domain 'pasifik' yang tergolong kata geografis dan ternyata masih di diizinkan penggunaannya. Padahal jika mengacu pada kriteria yang ditetapkan Pandi, nama domain dengan kata tersebut tidak bisa diloloskan.

"Masalahnya, domain tersebut (pasifik-red) sudah didaftarkan sebelum Pandi beroperasi, sehingga kita juga tidak bisa mencabut seenaknya nama domain yang beroperasi, bisa ramai nanti," tutur Teddy, ketika dihubungi detikINET, Kamis (19/7/2007).

Jadi aturan tersebut baru bisa dilaksanakan dengan sempurna bagi nama domain baru yang didaftarkan setelah Pandi beroperasi yaitu pada tanggal 1 Juli 2007, imbuhnya.

Sementara itu, terkait adanya beberapa data yang juga telah diubah tanpa pengetahuan si pemegang domain sebelumnya. Teddy menegaskan, Pandi sama sekali tidak tahu menahu mengenai masalah ini

Yang terjadi adalah seringnya gonta-ganti orang yang memiliki nama domain dan pihak yang memegang password domain tersebut. Jadi ketika mereka keluar atau tidak ada hubungannya lagi dengan perusahaan, mereka tetap membawa password tersebut dan meng-hijack atau menyandera domainnya, jelas Teddy.

"Maka sebaiknya, pemilik resmi domain membuat surat permohonan untuk memberikan kuasa kepada pihak yang ditunjuk dalam mangakses domain milik perusahaannya, dan memberitahukan segera," tukasnya.

Namun, Teddy juga berharap pengertian semua pihak terhadap sistem yang dijalankan Pandi saat ini yang masih belum sempurna, sehingga belum dapat melayani secara maksimal.

"Selanjutnya kita bakal manambah line telepon dan sumber daya yang kita miliki juga butuh waktu karena masih baru, jadi mohon pengertiannya lah," harapnya. (sumber Detikinet)


Copyright ©2006 www.jasatel.net.id